Kalimat dan Kalimat yang Baik dan Benar

Kalimat

Kalimat bisa dilihat dari beberapa sisi. Dilihat dari fungsi, kalimat adalah alat komunikasi. Jika dilihat dari bentuk dan proses terjadinya, kalimat membentuk suatu unsur atau pola yang terdiri dari unsur-unsur yang teratur (Razak,1990:3)

Kalimat terdiri dari satu kata atau lebih yang menjadi kesatuan yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik. Kalimat adalah kesatuan bahasa terkecil yang lengkap dan memiliki intonasi final. Suatu kesatuan kata bisa disebut kalimat apabila di dalamnya minimal memiliki predikat dan subjek, diawali huruf kapital dan diakhiri tanda tanya (?), tanda titik (.), tanda seru (!).

Kalimat yang Baik dan Benar

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula (BPBI, 2003:91).

Definisi kalimat efektif juga diungkapkan oleh Badudu (1995) Kalimat efektif ialah kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembaca (penulis dalam bahasa tulis) dapat diterima dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penuturatau penulis. Selain itu, Badudu (1989:36) juga berpendapat, “sebuah kalimat dapat efektifapabila mencapai sasaran dengan baik sebagai alat komunikasi.” Parera (1984:42) mendefinisikan kalimat efektif adalah bentuk atau kalimat-kalimat sadar dan disengaja disusun untuk mencapai intonasi yang tepat dan baik seperti yang ada dalam pikiran pembaca atau penulis.

Selain pengertian-pengertian di atas ada beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa kalimat efektif memiliki syarat dan pola-pola untuk membentuknya, seperti yang dikemukakan oleh Putrayasa (2007: 66) bahwa Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi secara sempurna karena memenuhi syarat-syarat pembentuk kalimat efektif tersebut.

Secara garis besar, ada dua syarat kalimat efektif, yaitu

1.Syarat awal yang meliputi pemilihan kata atau diksi dan penggunaan ejaan,

2.Syarat utama yang meliputi struktur kalimat efektif dan ciri kalimat efektif

Keraf (1984: 36) berpendapat, kalimat efektif tidak hanya sanggup memenuhi kaidah-kaidah atau pola-pola sintaksis, tetapi juga harus mencakup beberapa aspek lainnya yang meliputi, sebagai berikut:

1.Penulisan secara aktif sejumlah perbendaharaan kata (kosakata) bahasa tersebut,

2.Penguasaan kaidah-kaidah sintaksis bahasa itu secara aktif ,

3.Kemampuan mencantumkan gaya yang paling cocok untuk menyampaikan gagasan-gagasan,

4.Tingkat penalaran (logika) yang dimiliki seseorang.

Berdasarkan pengertian-pengertian tentang kalimat efektif di atas, dapat disimpulkan bahwa kailmat efektif adalah kalimat yang memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca. Jadi, kalimat efektif selalu menonjolkan gagasan pokok dengan menggunakan penekanan agar dapat diterima oleh pembaca.

Akan tetapi, menurut beberapa penjelasan atau pengertian mengenai kalimat efektifyang ada dalam bab ini, dapat disimpulkan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang mampu mewakili ide dari penulis atau pengarang yang dapat diterima dan dimengerti oleh pembaca.

Namun, pengertian kalimat efektifyang dijelaskan di atas berarti hal terpenting dalam tulisan adalah dapat diterima atau dimengertinya sebuah kalimat oleh pembaca tanpa menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar.

Padahal,terdapat perbedaan penggunaan bahasa tulisan dan bahasa lisan. Bahasa tulisan harus menggunakan bahasa yang baik dan benar agar dapat mudah diterima dan dimengerti oleh pembaca.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s