Menjadi Seorang Ayah (mempererat hubungan anak dan ayah)

Pada saat ini, kesibukan telah menjadi makanan pokok untuk setiap orang, terutama bagi kaum pria yang nantinya akan menjadi seorang ayah. Bagi sebagian orang kesibukan di tempat kerja sepertinya sudah menguras banyak waktu sampai-sampai tidak bisa bercengkrama dengan keluarga. Memang, pada dasarnya mencari nafkah itu adalah sebuah kewajiban, akan tetapi jangan sampai membuat perhatian terhadap keluarga menjadi berkurang karena terbentur dengan kegiatan di luar.

Terutama bagi kita yang akan atau telah memiliki anak, telah banyak riset-riset yang mengatakan bahwa peranan ayah sangat penting dalam membangun emosional seorang anak sampai menjadi sosok dewasa yang baik.

Mungkin kita akan merasa bingung darimana kita memulainya. Apa saja yang harus kita lakukan agar ikut andil dalam pertumbuhan seorang anak. Di sini, mari kita sama-sama belajar dan sedikit mengetahui dari mana kita bisa memulai hal itu.

Pertama, menjadi Bodyguard setia sang istri dan calon anak. Ini bukan berarti kita harus terus mengikutinya kemana pun istri pergi. Selama sang istri mengandung selama 9 bulan saatnya untuk kita melakukan pemanasan dan ancang-ancang untuk menjadi seorang ayah. Saatnya untuk menunjukan betapa sayangnya kita kepada istri dan calon bayi dengan motto “SIAGA” Siap antar Jaga. Pokoknya Tak Gendong Ke Mana-Mana, deh – Mengambil potongan lirik lagunya Alm. Mbah Surip – boleh kita terapkan di sini, ha…ha…ha.

Dengan selalu mengantar istri kita memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan secara rutin. Menemaninya ketika mengikuti senam hamil. Bersama-sama membeli peralatan untuk persiapan kelahiran si bayi. Dan tentunya pada saat hari-hari menjelang kelahiran, agar kita bisa menemani sang istri pada saat berjuang untuk melahirkan bayi dan mendengarkan tangisan pertama bayi di dunia ini. Rasanya ini akan menjadi momen yang bisa membuat kita menjadi lebih sayang kepada istri dan anak kita.

Kedua, menjadi babysitter dadakan. Layaknya dalam sebuah film yang berjudul Rob B Hood dibintangi aktor Asia papan atas Jacky Chan, bagaimana dua orang laki-laki yang merawat balita dari mulai mengganti popok, memberinya susu hingga meninabobokan bayi tersebut. Bagaimana canggungnya mereka, banyak sekali kesalahan yang mereka buat pada saat merawat bayi tersebut namun dengan latihan terus menerus mereka pun bisa merawatnya dengan baik.

Sama halnya seperti dalam kehidupan nyata dalam merawat bayi itu sangatlah sulit. Namun, pada saat istri baru melahirkan dan harus banyak beristirahat. Kita mulai aktif membatu membesarkan dan merawat sang Buah hati, dengan memandikan, memberikan susu, mengganti popok, dan meninabobokannya. Pada saat  melakukan hal-hal di atas, akan menjadi biasa apa bila kita melakukannya terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan dalam ikut serta merawat bayi kita.

Bila terjadi kesalahan-kesalahan pada saat merawat bayi itu sangantlah wajar perbaiki terus kesalahan dengan bertanya dan akhirnya menjadi terbiasa. Mintalah pendapat kepada istri atau keluarga yang telah berpengalaman bagaimana cara merawat bayi yang baik. Selalu luangkan waktu untuk merawat bayi, agar membuat kita lebih percaya diri dalam merawat si buah hati. Dengan menjadi terbiasa, bayi pun akan semakin mengenali keberadaan ayahnya mulai dari wajah hingga aroma tubuh sang ayah.

Ketiga, Menjadi teman bermain. Bayi kita yang terus menerus berkembang tentulah membutuhkan waktu untuk bermain. Luangkan sedikit waktu untuk sekadar bermain dengan anak kita. Permainan yang dilakukan harus disesuaikan dengan usia balitanya. Misalnya seperti bermain kuda-kudaan, menggambar, mewarnai dan lain-lain.

Pada saat anak mulai mengenali dunia luar dan bersinggungan dengan kehidupan sosial yang lebih luas. Usahakan agar bisa mengenali siapa teman-temannya dan aktivitas apa saja yang dilakukan oleh mereka baik di sekolah maupun di luar sekolah. Agar lebih jelas diusahakan pula untuk lebih mengenal guru di sekolahnya agar bisa menanyakan perkembangan anak kita.

Keempat, menjadi pendengar setia. Memberikan sedikit waktu untuk mendengarkan cerita dari sang anak. Usahakan agar tidak hanya mendengarkan saja, tapi memahami sis dari celotehan anak tersebut. Biasanya kita hanya mengiyakan karena ingin lekas selesai dan karena kesibukan yang sedang kita lakukan.

Sebenarnya hal ini sangatlah buruk karena akan memacu anak mulai malas untuk menceritakan hal-hal yang dilakukannya kepada kita. Hal ini bisa juga membuat anak nantinya menjadi kurang terbuka. Hal itu terjadi Karena sikap mengiyakan yang kita lakukan tadi. Menjadi pendengar setia sang anak bisa membaut anak memiliki sifat terbuka, dan membaut sang anak lebih mudah dalam mengekspresikan dan mengungkapkan sesuatu.

Kelima, menjalin komunikasi yang baik. Pada saat kita disibukan dengan tugas ke luar kota, dan berjauhan dengan anak, selalu perhatikan mereka bisa dengan sms, telepon, surat atau chatting di Internet. Dalam pesan tersebut kita juga bisa membubuhkan kata-kata yang isinya seperti meminta menjaga adik dan ibu yang berada di rumah. Hal ini bisa membaut kedewasaan anak menjadi terpupuk karena telah diberikan tanggung jawab untuk menjaga keluarganya.

Keenam, berikan kepercayaan dan kebebasan anak. Misalkan dalam memilih suatu barang, cobalah berikan anak pilihan. Usahakan agar tidak memaksakan untuk memakai sesuatu. Lebih baik memberikan dahulu gambaran antara pilihan satu dan pilihan yang kedua yang tentunya tidak bertentangan dengan prinsip dan kebenaran. Dengan memberikan kebebasan memilih anak akan merasa dihargai dan berusaha untuk bertanggung jawab atas pilihannya. Teruslah memantau dan membimbing sang anak.

Ketujuh, menjadi fasilitator anak. makin tunbuh besar semakin membuat kebutuhan anak lebih meningkat dan lebih variatif dan berbeda-beda. Di sini butuh kecermatan kita untuk memahami apa saja yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Selain itu, memenuhi kebutuhan anak harus disesuaikan dengan usianya. Namun jangan dipaksakan dan masih menganggap mereka sebagai anak kecil.

Mungkin ini adalah sebagian kecil, masih banyak hal-hal yang harus kita ketahui…

Semoga bermanfaat…..

3 Komentar

Filed under Semoga bermanfaat

3 responses to “Menjadi Seorang Ayah (mempererat hubungan anak dan ayah)

  1. r41n6l0w

    cool…
    simple but meaningful.
    tinggal diterapkan aja, hehehe….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s