Kalimat yang Baik dan Benar

Kalimat yang Baik dan Benar

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula (BPBI, 2003:91).

Definisi kalimat efektif juga diungkapkan oleh Badudu (1995) Kalimat efektif ialah kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembaca (penulis dalam bahasa tulis) dapat diterima dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penutur atau penulis. Selain itu, Badudu (1989:36) juga berpendapat, “sebuah kalimat dapat efektif apabila mencapai sasaran dengan baik sebagai alat komunikasi.” Parera (1984:42) mendefinisikan kalimat efektif adalah bentuk atau kalimat-kalimat sadar dan disengaja disusun untuk mencapai intonasi yang tepat dan baik seperti yang ada dalam pikiran pembaca atau penulis.


Selain pengertian-pengertian di atas ada beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa kalimat efektif memiliki syarat dan pola-pola untuk membentuknya, seperti yang dikemukakan oleh Putrayasa (2007: 66) bahwa Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi secara sempurna karena memenuhi syarat-syarat pembentuk kalimat efektif tersebut.

Secara garis besar, ada dua syarat kalimat efektif, yaitu

1.Syarat awal yang meliputi pemilihan kata atau diksi dan penggunaan ejaan,

2.Syarat utama yang meliputi struktur kalimat efektif dan ciri kalimat efektif

Keraf (1984: 36) berpendapat, kalimat efektif tidak hanya sanggup memenuhi kaidah-kaidah atau pola-pola sintaksis, tetapi juga harus mencakup beberapa aspek lainnya yang meliputi, sebagai berikut:

1.Penulisan secara aktif sejumlah perbendaharaan kata (kosakata) bahasa tersebut,

2.Penguasaan kaidah-kaidah sintaksis bahasa itu secara aktif ,

3.Kemampuan mencantumkan gaya yang paling cocok untuk menyampaikan gagasan-gagasan,

4.Tingkat penalaran (logika) yang dimiliki seseorang.

Berdasarkan pengertian-pengertian tentang kalimat efektif di atas, dapat disimpulkan bahwa kailmat efektif adalah kalimat yang memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca. Jadi, kalimat efektif selalu menonjolkan gagasan pokok dengan menggunakan penekanan agar dapat diterima oleh pembaca.

Akan tetapi, menurut beberapa penjelasan atau pengertian mengenai kalimat efektif yang ada dalam bab ini, dapat disimpulkan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang mampu mewakili ide dari penulis atau pengarang yang dapat diterima dan dimengerti oleh pembaca.

Namun, pengertian kalimat efektif yang dijelaskan di atas berarti hal terpenting dalam tulisan adalah dapat diterima atau dimengertinya sebuah kalimat oleh pembaca tanpa menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar.

Padahal,terdapat perbedaan penggunaan bahasa tulisan dan bahasa lisan. Bahasa tulisan harus menggunakan bahasa yang baik dan benar agar dapat mudah diterima dan dimengerti oleh pembaca.

Ciri Kalimat Baik dan Benar

1 Kesepadanan

Kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Menurut Putrayasa (2007: 54) kesepadanan bisa dibentuk jika ada keselarasan antara subjek-predikat, predikat-objek, dan predikat-keterangan. Sehingga kesatuan gagasan yang akan disampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca atau pendengar.

Kesepadanan sebuah kalimat ditandai oleh beberapa hal, yaitu:

1.Memiliki subjek yang jelas (kata depan di, dari, dalam, kepada daripada, sebagai, mengenai, dan menurut tidak boleh mengawali subjek, kecuali seluruh kata depan tersebut berfungsi sebagai keterangan.

Contoh:

-Menurut presiden mengatakan bahwa subsidi pendidikan akan diprioritaskan.

-Kepada para mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri di sekretariat.

Kalimat-kalimat di atas subjeknya kurang jelas karena diantar oleh kata depan. Oleh karena itu, kata depan harus dihilangkan sehingga menjadi:

-Presiden mengatakan bahwa subsidi pendidikan akan diprioritaskan.

-Para mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri di sekretariat.

2.Memiliki Predikat yang jelas (Predikat kalimat tidak didahului kata Yang)

-Rumah kami yang terletak di kampung Neglasari RT 01/01.

-Rumah kami terletak di kampung Neglasari RT 01/01.

2.Tidak boleh ada subjek ganda pada sebuah kalimat.

-Soal itu saya kurang jelas.

-Pekerjaan itu saya kurang cocok.

-Soal itu bagi saya kurang jelas.

-Pekerjaan itu bagi saya kurang cocok.

3.Kata penghubung intrakalimat tidak boleh digunakan dalam awal kalimat tunggal.

-Tidak semua data ditampilkan. Karena lokasi penelitian sangat sulit dijangkau.

-Tidak semua data ditampilkan, karena lokasi penelitian sangat sulit dijangkau.

2 Keparalelan

Menurut Arifin dan Tasai ( 2006:106) keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, bila dalam suatu kalimat menggunakan bentuk nomina berarti seterusnya menggunakan nomina. Apabila bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba.

Contoh:

- harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes

Kalimat di atas tidak memiliki kesejajaran karena terbentuk dari bentuk kata yang berbeda, yaitu dibekukan dan kenaikan. Oleh karena itu, kalimat ini harus disejajarkan bentuknya, menjadi:

- harga minyak dibekukan atau dinaikan secara luwes

3 Kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu(Arifin dan Tasai 2006:106). Akan tetapi, bukan berarti menghilangkan kata atau frasa yang dapat memperjelas kalimat.

Menurut Arifin dan Tasai (2006:106)kalimat hemat memiliki beberapa kriteria, yaitu

1.Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.

Contoh

-Karena ia tidak diundang ia tidak datang ke tempat itu.

-Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui presiden datang.

Perbaikannya

-Karena tidak diundang, ia tidak datang ke tempat itu.

-Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.

2.Penghematan dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponim kata.

Contoh:

-Ia memakai baju warna merah.

-Di mana engkau menangkap burung pipit itu?

Perubahannya

-Ia memakai baju merah

-Di mana engkau menangkap pipit itu?

3. Penghematan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.

Contoh:

-Dia hanya membawa badannya saja.

-Sejak dari pagi dia bermenung.

Perbaikannya:

-Dia hanya membawa badannya.

-Sejak pagi dia bermenung.

4.Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak, misalnya:

-Para tamu-tamu

-Beberapa orang-orang

Perbaikannya:

-Para tamu

-Beberapa orang

4 Kecermatan

Kecermatan adalah kalimat yang tidak menimbulkan penafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata (Arifin dan Tasai, 2006:105).

Contoh :

a.mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.

b.Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.

Kalimat a) memiliki makna ganda, yaitu siapa yang terkenal, mahasiswa atau perguruan tinggi.

Kalimat b) memiliki makna ganda, yaitu berapa jumlah uang, seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah.

Perhatikan kalimat berikut

Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja, para lulubalang, dan para mentri.

Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan, yaitu diceritakan dan menceritakan. Kalimat itu dapat diubah menjadi

Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para lulubalang, dan para menteri.

5 Kepaduan

Kepadua adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga maksud atau informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah (sistematis) (Arifin dan Tasai, 2006:106). Kepaduan dalam kalimat ditandai dengan hal sebagai berikut.

1.Kalimat padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.

-Surat itu saya sudah baca.

-Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan.

Perbaikannya

-Surat itu sudah saya baca.

-Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.

2.Tidak menyisipkan kata diantara predikat dan objek

-Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.

-Pemerintah menaikkan bagi harga BBM sebesar 20%.

Perbaikannya

-Mereka membicarakan kehendak rakyat.

-Pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 20%.

6 Kelogisan

Menurut Arifin dan Tasai, ( 2006:106), yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Perhatikan kalimat di bawah ini.

a)Waktu dan tempat kami persilakan.

b)Untuk mempersingkat waktu, kita teruskan acara ini.

Perbaikannya :

a)Bapak kepala sekolah kami persilakan.

b)Untuk menghemat waktu, kita teruskan acara ini.

     Dari berbagai sumber


ss

1 Komentar

Filed under Semoga bermanfaat

One response to “Kalimat yang Baik dan Benar

  1. Ping-balik: Soal B.indonesia 1 | Sellyrestu's Blog

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s